Kian bertambahnya hari gue ngerasa makin jenuh ketika nonton tv terutama dengan acara musik. Ya, gue bosen banget sama band-band asal jadi, mereka berkarya atas nama uang bukan atas nama seni. Mereka membuat lagu cuma ngejar target penjualan RBT , dan yang ga abis pikir kenapa segitu gampangnya mereka tampil di dunia seni, apakah dengan modal uang banyak mereka bisa segampang itu menampilkan musik yang engga karuan untuk telinga penikmat musik?
Lirik yang mereka buat terkesan tanpa makna, aransemen musiknya juga standard banget engga ada inovasi dalam bermusik, mereka engga mampu membuat perpaduan genre musik seperti band-band indie . Gue juga bingung kenapa justru band-band seperti itu yang laku dijual di pasaran? Apakah faktor penikmat musik di negara kita yang masih dangkal dalam menilai kualitas sebuah karya seni? Ataukah faktor industri musik yang mementingkan sebuah komersialisasi meteri semata?
Gue sangat sepakat kalo musik sebagai sarana hiburan tapi disini kita engga bisa menghilangkan begitu saja tentang sebuah makna dan arti didalam karya seni itu. Apakah pantas sebuah musik hanya dijadikan ajang untuk komersialisasi saja? Apakah industri musik Indonesia sudah mati? Sehingga tidak ada lagi reward bagi karya musik yang bernilai seni tinggi?
Coba deh sejenak aja kita kasih kesempatan telinga kita buat mendengarkan alunan musik klasik, bagi gue musik itu jauh lebih indah ketimbang musik-musik yang di perdengarkan di tv sekarang. Gue sampe engga bisa menghitung sudah berapa banyak band-band yang asal jadi, band-band pasar yang lagunya ga punya arti apa-apa buat pendengarnya. Kenapa sih di Indonesia ini banyak banget manusia follower?? Pasar lagi sendu dengan melayunya, semua membuat band melayu, pada takut miskin ya kalo bikin musik yang lebih inovatif karena khawatir engga laku di pasar musik??
Mungkin engga banyak yang paham, saking parahnya industri musik di indonesia ada satu band indie asal Australi yang November ini dateng ke Indonesia, namanya The Temper Trap, lo tau apa yang bikin gue miris?? Vokaslisnya orang Manado. Itu tuh jadinya kalo di Indonesia udah engga bisa nerima musik yang beda!! Musisi yang punya talenta jadi pada kabur, kaya model The Sigit, White Shoes and The Couples Company, dan Efek Rumah Kaca misalnya mereka lebih terkenal di dunia musik internasional ketimbang di negaranya sendiri. Coba aja Indonesia mau ngerawat musisi yang punya telenta tingkat tinggi, pasti mereka bisa jadi aset besar buat negara. Dasar bodoh semuanya!! Haha, FUCK THEM!!
Jadi maksud gue menulis artikel ini adalah rasa dukua cita yang amat mendalam bagi dunia industi musik yang hampir mati. Yah bisa dibilang mati suri, gue sangat mengharapkan bagi musisi sejati di Indonesia ayo bangkitkan dunia musik Indonesia ke arah yang lebih inovatif, kreatif, dan dinamis. Karena itulah yang akan jadi nilai jual buat musik itu sendiri dan yang lebih penting untuk citra musik Indonesia di pentas musik global.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar