Tepat jam 10 pagi tadi gue bangun tidur dan langsung beranjak dari tempat tidur gue, gue langsung ngambil remot tv dan langsung menekan tombol power bermaksud menyalakan tv. Acara di tv masih sama, ga ada yang terlalu berbeda, jenuh rasanya dengan acara-acara yang ditampilkan oleh para awak media. Ga ada yang punya taste, ga ada yang berbobot dan mendidik, makanya gue ga lama-lama nonton tv, gue langsung balik lagi kekamar dan lebih milih buat dengerin radio. Gue lebih dapet banyak info menarik dari radio, tentang hal apapun itu, terlebih tentang dunia musik. Ya gue suka banget sama musik, musik buat gue lebih dari sekedar nyanyian. Musik itu tepatnya adalah sebuah nafas dan jiwa buat gue, karena bagi gue hidup kita ini bakal hampa dan kosong bahkan hidup ini terasa jenuh kalo tanpa seni. Dalam hal ini khususnya seni musik.
Musik lebih dari sekedar penghibur, musik bisa jadi penenang buat lo-lo semua yang mungkin lagi pada stress, musik bisa jadi suatu media pengusir kejenuhann ketika lo lagi jenuh sama keadaan disekeliling lo. Semuanya itu sangat berpengaruh buat hidup kita, tapi terkadang gue nemuin segelintir orang yang ga ngerti tentang arti sebuah musik, banyak orang yang masih subjektif dalam menilai arti sebuah karya seni musik. Semuanya terlihat sepele dimata orang-orang yang subjektif. Mungkin gue bukan pemusik dan bukan seseorang yang punya skill handal dalam bermusik. Tapi yang perlu diketahui, gue sangat menghargai karya seni, sesimpel apapun itu kalo si pemusik itu memang udah berkarya gue pasti akan kasih reward setinggi-tingginya.
Gue bukan pemusik yang hebat, tapi gue pendengar setia, gue orang yang haus akan info tentang dunia musik, dan gue adalah penikmat musik sejati. Apapun itu kalo masih puya nada dan irama, pasti gue bakal menganalisa lalu kemudian menilai. Tapi gue objektif, ga subjektif kaya yang gue tulis diatas. Begini, kalo kita menilai sebuah karya musik itu pastinya dan memang seharusnya yang di nilai itu ya karya musiknya, siapapun dia asalkan berkarya itu tetap musik buat gue terlepas nantinya apa nilai yang akan gue kasih buat kualitas musiknya tapi yang terpenting gue menilai objeknya, yaitu musik yang diciptakan. Bukan malah menilai musik dari subjeknya, lucu ga sih menilai musik dari vokalisnya?? Eitts, ya yang anehnya lagi bukan kualitas suara vokalisnya yang mereka nilai tapi tampang dan penampilan si vokalisnya, ga relevan kan? Lucu ga sih menilai musik dari ga ya si personel bandnya?? Haha, nilai subjektif ini kebanyakan keluar dari mulut orang-orang yang wawasan tentang musiknya kurang, mereka cuma terpaut dan terjebak sama satu lingkungan musik, mereka budek sama musik lain diluar musik yang mereka pahamin. Makanya orang-orang ini ga bisa dapet inovasi baru dalam musiknya karena mereka ga punya refrensi yang seharusnya bisa mereka dapet dengan mendengarkan musik diluar genre mereka.
Bagi gue Kangen band sekalipun, kalo memang mereka menghasilkan sebuah lagu yang easy listening dan murni hasil ciptaan mereka maka itu bisa jadi nilai tambah buat mereka. Jadi gue menghimbau, buat orang-orang yang masih egois dan subjektif dalam bermusik coba rubah pola pikir lo, karena ga ada salahnya lo dengerin musik orang lain, gue yakin dan sangat menjamin hal itu bisa jadi inspirasi dan motivasi untuk musik lo supaya lebih maju dan berkualitas. Asalkan lo ga jadi pelagiat dari karya orang lain. Hal ini juga akan jadi bekal buat lo ketika nanti lo dihadapkan pada situasi dan realita bermusik yang sangat heterogen. Karena dunia musik itu luas, musik udah lahir jauh sebelum lo lahir ke dunia. Lingkungan musik bukan sekedar lingkungan atas nama pasar industri musik, masih banyak yang perlu lo telusuri tentang dunia musik selain mengikuti selera pasar yang hanya menutut materialisasi dan komersialisasi semata tanpa memikirkan atau melihat sebuah kuailtas dari musik itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar