Senin, 15 Oktober 2012

Makna di balik setiap tawa

Hei, sedang apa kamu disana? Apa kamu sudah tidur? Atau sekedar bersiap tidur tapi tak ingin tidur? Entah, tapi yang jelas kamu sudah mematikan lampu dan sambil sesekali tersenyum menatap layar ponsel mu. Iya, tanpa kamu beritahu rasanya gestur tubuh mu sudah menyiratkan kalau kamu sedang bertingkah lenjeh hari ini atau tepatnya malam ini ketika kita sama-sama duduk menghabiskan sisa malam ini di teras temaram rumahmu.
Lucu rasanya ketika ingat bahwa kamu tidak mengizinkan aku pulang malam ini. Sebenarnya itu cuma klise, pengungkapan sebagian rasa dari mu tapi tentu ada kesan tersendiri untuk aku. Selalu ada hal seru yang kita bicarakan setiap hari, kadang kita geli sendiri padahal itu hasil imajinasi kita haha dasar lenjeh.

Minggu, 19 Agustus 2012

"Sahur Termanis". - Katanya

Akhirnya lembar putih di blog ini tersentuh lagi, entah kapan terakhir kali aku menulis disini. Sudah lama tidak menulis dilembar ini bukan berarti tidak ada sesuatu yang ingin aku tulis.
Kamu perempuan yang sudah biasa menjadi objek cerita, ini kali pertamanya kita melewati bulan ramadhan secara bersamaan dalam satu ikatan yang bernama cinta.
Kalau aku putar cerita ini ke tahun lalu, sontak aku kesal, keki dan semacamnya. Tapi kini, hehehe rasanya aku seperti sedang menonton orkes komedi semesta terlucu dan paling menghibur. Sekarang hari-hari kita penuh senyum penuh tawa walaupun kita sama-sama tahu sebenarnya kita tertawa bukan karena sesuatu yang lucu tapi kita tertawa karena kebodohan dan ketololan kita. Haha iya kita ini aneh.
Hampir setiap hari kita membuka dan menutup pertemuan dengan sebuah pelukan. Iya, kamu tidak pernah bisa sedikitpun merenggangkan dekap eratmu ketika tubuhku terengkuh didalam lingkaran kedua tanganmu. Sementara jauh dalam diam, aku terenyuh. Sekejap otak memutar, mengingat dulu kamu dan pelukmu masih sebuah mimpi.
Tapi ketika bibirmu mendarat lambat di tengkuk leherku, dengan cepat aku tersadar kalau mimpi itu sudah datang, bahkan bukan hanya aku yang memeluk, kini pelukmu yang lebih hangat dan juara dalam urusan ini. Pelukku selalu kalah oleh pelukmu, terlebih jika rindu datang menggebu.
Sekejap aku diserbu, rindu dan pelukmu seperti hujaman peluru dan aku suka kamu hujam, aku rela mati dipelukmu jika pelukmu itu peluru.
Hahaha sok puitis, hampir tertawa sendiri aku membacanya. Aku geli seperti sedang kamu kelitiki.
Pagi ini adalah sahur terakhir pada ramadhan tahun ini. Aku menulis ini spontan saja tapi tiba-tiba ada bunyi suara handphone dan disitu tertulis “Incoming Call, Pacarku Cantik” hehe jelas itu kamu, padahal ini belum jam bangun sahur kamu. Biasanya aku yang membangunkanmu tapi entah kenapa pagi ini kamu bangun lebih awal. Persis ini seperti sebuah kebetulan lagi seperti biasanya dan kamu bilang “ini sahur terakhir dan sahur termanis”.
AKU SAYANG KAMU, HEHEHEHERLIN

Selasa, 19 Juni 2012

Untittled

Dulu, kamu adalah satu dari sekian banyak mimpi dalam hidup ku..
Dulu, kamu adalah semilir angin yang datang pergi, terasa namun tak pernah nampak..
Dulu, kamu adalah pikiran dan perasan ku yang tak pernah sampai ku realisasikan..
Dulu, kamu adalah objek dari aktivitas keingintahuan ku..
Dulu, kamu adalah sebaris doa yang selalu ku panjatkan penuh pengharapan..
Hingga pada suatu hari aku tersadar, bahwa di dunia selalu ada dua insan yang selalu saling mendoakan.. Aku mendoakanmu dan aku berpikir mungkin kah kamu mendoakan ku? Entah, tapi aku juga berdoa agar aku yang juga kamu doakan dalam doamu..
Akhirnya, Tuhan pun menjawab bahwa kamu memang jawaban atas doaku.
Sekarang, kamu adalah bukan lagi yang ku sebut mimpi, kamu adalah realita yang dititipkan Tuhan untuk aku pertanggungjawabkan..
Sekarang, kamu adalah bukan lagi yang ku sebut angin semilir.. kamu adalah udara yang ku hirup menjadi nafas setiap hari..
Sekarang, kamu adalah bukan lagi pikiran atau pun perasaan.. kamu adalah kamu yang aku pikirkan dan aku rasakan setiap hari..
Sekarang, kamu adalah bukan lagi objek keingintahuanku.. kamu adalah kamu yang harus menjadi pengetahuanku setiap hari..
Sekarang, kamu adalah bukan lagi sebaris doa penuh pengaharapan.. kamu adalah kamu yang aku harapkan menjadi tujuan ku..
KITA adalah tujuan ku untuk mu.
Aku yang semakin tersadar bahwa aku butuh dunia untuk memahami mu, tapi untuk memahami dan merasakan bagaimana dunia yang indah ternyata cuma kamu yang aku butuhkan.
Kamu adalah dunia yang aku pelajari..
Kamu adalah dunia yang selalu membumi di hati..
Kamu adalah interpretasi dunia dalam bentuk yang amat sederhana..
Sederhana persis seperti ketika kita saling menatap, kemudian menghela napas panjang dan tertawa lepas setelahnya. Aku menyebutnya sederhana, karena kita tidak pernah mempersoalkan apa yang kita tertawakan..
Kita hanya tahu, bahwa kita merasa bahagia setelahnya..
Sederhana itu utuh, tak lebih karena tak ingin berlebihan dan tak pernah kurang karena selalu merasa cukup.
Iya, kamu adalah syukur yang ku cukupkan. Cukup kamu nikmat terindah yang aku miliki dan itu adalah KITA.

Minggu, 27 Mei 2012

28 Mei

Tepat di hari Senin ini, tanggal 28 Mei 2012. Kamu perempuan penting no.3 di dalam hidup ku, sedang mengalami fase bertambahnya usia dan berkurangnya jatah bernafas untuk hidup.

Herlin Widyastuti.. perempuan aneh, penuh dengan keunikan (ini nilai dari ku), berbola mata bulat, berambut tebal acak-acakan, gemar memakai maskara dan tentunya dengan aroma khas sorenya. Iya, selamat hari lahir yang ke 22 untuk kamu yang biasa ku panggil Monyet, sesekali jika aku ingin ku panggil belo dan panggilan mainstream layaknya pasangan lain yaitu sayangku dan entah kamu ingin aku sebut cantik atau tidak tapi kamu memang cantik, yang pasti kamu perempuan baik yang menjengkelkan. haha masa bodo.

Perempuan yang selalu bisa membunuh waktu di antara ke-garingan, dengan celotehan-celotehan konyol, dan semoga memang kamu teman hidupku, teman hidup yang akan menghabiskan waktu ku untuk terus menyayangimu. Tentu ini soal "kita". Rasanya lucu, bahkan ketika aku menulis ini pun, mulut ku tak berhenti membentuk simpul senyum. Persis dengan keadaan di teras rumah mu yang temaram itu. Saling menatap bodoh, dan menertawakan ke-lenjehan imajinasinya masing-masing. Kamu juga harus tahu, blog ini tersentuh lagi khusus untuk hari istimewa kamu dan cuma kamu. Setelah hampir jadi sampah.

Monyet, semoga berkah untuk hari lahir kamu yang ke 22 ini, skripsimu, cita-citamu, cintamu, semua urusan kamu aku doakan agar selalu terjamah ridho Tuhan. Semoga kamu selalu dalam perlindungan Tuhan, dalam kebaikannya.
Aku tidak seromantis kamu yang bisa menyusun kata di voice note dengan sedemikian rupa, tapi tentu aku ingin di usia mu yang baru ini, kamu bertambah dewasa, dewasa dalam mengahadapi tanggung jawab yang lebih, dewasa menyikapi dan menyesuaikan usia dan meminimalisir emosi kamu ketika sedang tertekan suatu hal yg menurutmu genting.
Semoga kamu bisa menjadi anak yang membanggakan untuk keluargamu, dan semua orang yang kamu sayangi. Sudah lah, aku bingung harus menulis apalagi cukup atau tidak ini harus cukup, lebih baik kita selesaikan di pelaminan (?) hahaha. Sekali lagi selamat ulang tahun sayang. Aku sayang kamu.
Cinta Overload, Herlan Primasto. x))

Senin, 27 Februari 2012

Waktu itu penting

Selamat pagi. Semakin kesini waktu makin engga berasa. Sebenernya gua engga tau mau posting tulisan bertemakan apa hari ini tapi gua coba mengalir aja kali ya.
Cing, coy, bray, sob, bro, sist kira-kira apa sih yang paling berharga menurut kalian dalam hidup? kalo gua berpendapat waktu adalah salah satu hal yang paling berharga dalam hidup kita, sadar atau engga kita butuh waktu buat ngejalanin semua kegiatan, semua aktivitas dalam aspek terkecil sekalipun kayak ngupil atau pun ngucek-ngucek mata karena belekan. (tetep ye ada ngupilnya, kalo belekan sih lu aja, gua engga)

Guys (duilee sapaannya “guys”, biasa dipanggil “tong” aje lu, gaya), tanpa waktu kita engga bisa apa-apa, tapi sering kali kita nyepelein waktu. Mau gua kasih contoh? misalnya orang yang galau, entah galau putus cinta ataupun galau gara-gara ayam peliharaannya berubah jadi bumbu mie instan rasa kaldu ayam, atau mungkin dia galau karena tiba-tiba afika jadi bintang iklan sosis so nice. Yak kita selesaikan jenis-jenis galau kampungan itu. Jadi orang yang galau sebenernya terlalu buang-buang waktu, ahh sangat wasting time. orang galau biasanya bisa bengong seharian sambil tidurann garuk-garuk selangkangan nontonin timeline dan engga mandi seharian, sungguh kambingawi. Padahal diluar kegiatan itu dia bisa melakukan hal-hal yang lebih penting. Misalnya, nanem sejuta pohon di monas, kerja bakti bareng warga satu RT, ikut majelis ta’lim bareng ibu-ibu dan mamah dedeh atau bahkan senam SKJ bareng ibu-ibu dikelurahan tiap hari jumat pagi. (APEEUUUUUU)

Baik mari kita ke pembahasan yang lebih serius. Orang galau suka engga sadar sama hal-hal yang lebih penting ketimbang ngurusin kegalauannya. Mereka yang katanya galau, kebanyakan sendu, kebanyakan melankolis, entah gara-gara efek lem aibon atau efek kebanyakan makan steak nyamuk. Tanpa mereka sadari kalo hidup itu tak melulu soal cinta-cintaan. Nah ini pesennya, eh para pemuda-pemudi yang hoby galau, sesungguhnya masih banyak hal yang lebih penting daripada ngurusin cinta-cintaan melulu. Kuliah lu misalnya, cucian baju lu, mikirin masa depan lu, keluarga lu dan karir lu itu, ya kan? Lu pikir dengan lu murung itu cinta lu balik lagi? Dilalerin iyeeee, ciyaaaan.

Jadi intinya manfaatkan dan gunakanlah waktu sebaik mungkin, dia engga bakal dateng dua kali, waktu adalah pedang buat kita, bisa menolong lu dan bisa juga bunuh lu sendiri suatu saat nanti.

Minggu, 26 Februari 2012

Ada rasa dibalik setiap rasa.

Selamat Pagi Semesta. Hari ini tanggal 27 Februari adalah hari pertama nulis gue setelah gue vakum sama tulis menulis gara-gara pindah haluan di twitter. karena twitter adalah dunia kicau (lo liat aja lambang nya, lambang burung kan?)hehehe
Oke, sebenernya ga ada yang istemewa juga sih untuk gue tulis, tapi paling engga ada sedikit cerita yang bisa gue ceritain (yeiyalah cerita mah bisa aja diceritain namanya juga cerita, beda lagi kalo cerita rahasia *jilatin balsem geliga*)

Jadi gini, cing, coy, sob, bray, boy, men, bro, sist. sebenernya kalian tau ga definisi rasa? gue yakin kalian sering gembar-gembor ngomongin rasa, yakin mutlak gue kalo yg ini, dari yakin ku teguh lah. (apeeeuuu) iya kalian yang baca ini pasti punya rasa, kalian yg hidup pasti punya rasa. apa sih si rasa itu sebenernya? makanan ada rasanya, minuman juga, sampe lo mimpi eek sama pipi aja pake rasa men, bisa lo hayatin. :p berarti rasa itu luas kan makna dan definisinya. tapi yang gue yakin lo pada pasti susah bagaiaman mendeskripsikan bentuk si rasa itu. jadi rasa itu sebenernya naluri, rasa itu penuh misteri men. kalo kata orang sih rasa itu anugrah. tapi anugrah itu siapa ya? anak mana? sekolah dimana? baiklah abaikan, kalo ga diabaikan berarti lo gila karena menanggapi serius pertanyaan gue. eh udah ga usah di seriusin kali, masih aja diterusin. hakakakk :D eh tapi kalo lo serius berarti lo normal, lo penasaran karena punya rasa. x)

rasa itu suatu bentuk karunia yang abstrak, ada yang tau emang bentuknya rasa gimana? semahal apapun pengorbanan dari sebuah rasa tetep ga akan keliatan bentuknhya, tapi ada satu yg bisa kita liat yaitu proses dan hasilnya men. proses dan hasil adonan serta olahan rasa (yaelah bahasa lo kenapa adonan sama olahan, macem bikin donat). ada yang belum kita sadari men, selain lo sadar kalo gue ganteng, lo juga harus sadar kalo selalu ada rasa dibalik sebuah rasa. wayolohhhhhhhh pada mau tau kan? jadi kalo kita sedang merasa pasti ada rasa juga dibaliknya. misalnya kalo lo suka sama orang, lo suka sama orang dan orang itu juga suka sama kita pasti lo bahagia kan? nah itu dia, rasa suka dan muncul rasa bahagia begitu juga sebaliknya buat orang yang galau (gausah dibahas ye).

rasa itu faktor penting dalam hidup kita cing, rasa akan mengubah semua dengan sesukanya(definisiin sendiri). kalo kita ga punya rasa, hidup kita datar men, ga seru. makanya jangan sepelein tuh rasa, dan satu lagi bukan soal rasa lo atau gue doang tapi rasa semuanya, mereka dan kita semua. rasa itu universal, jangan dipersempit, apalagi dipersempit cuma karena lo ga bisa menerima perasaan orang lain ke lo, sungguh menistakan Tuhan men, karena Tuhan pasti pake rasa buat hidup kita. itu pesannya. Dan dunia ini adalah rasa, karena Tuhan menciptakan dunia dengan sebuah rasa, rasa damai, cinta, dan semacamnya. Makanya wajar dunia ini jadi seru karena rasa.