Minggu, 19 Agustus 2012

"Sahur Termanis". - Katanya

Akhirnya lembar putih di blog ini tersentuh lagi, entah kapan terakhir kali aku menulis disini. Sudah lama tidak menulis dilembar ini bukan berarti tidak ada sesuatu yang ingin aku tulis.
Kamu perempuan yang sudah biasa menjadi objek cerita, ini kali pertamanya kita melewati bulan ramadhan secara bersamaan dalam satu ikatan yang bernama cinta.
Kalau aku putar cerita ini ke tahun lalu, sontak aku kesal, keki dan semacamnya. Tapi kini, hehehe rasanya aku seperti sedang menonton orkes komedi semesta terlucu dan paling menghibur. Sekarang hari-hari kita penuh senyum penuh tawa walaupun kita sama-sama tahu sebenarnya kita tertawa bukan karena sesuatu yang lucu tapi kita tertawa karena kebodohan dan ketololan kita. Haha iya kita ini aneh.
Hampir setiap hari kita membuka dan menutup pertemuan dengan sebuah pelukan. Iya, kamu tidak pernah bisa sedikitpun merenggangkan dekap eratmu ketika tubuhku terengkuh didalam lingkaran kedua tanganmu. Sementara jauh dalam diam, aku terenyuh. Sekejap otak memutar, mengingat dulu kamu dan pelukmu masih sebuah mimpi.
Tapi ketika bibirmu mendarat lambat di tengkuk leherku, dengan cepat aku tersadar kalau mimpi itu sudah datang, bahkan bukan hanya aku yang memeluk, kini pelukmu yang lebih hangat dan juara dalam urusan ini. Pelukku selalu kalah oleh pelukmu, terlebih jika rindu datang menggebu.
Sekejap aku diserbu, rindu dan pelukmu seperti hujaman peluru dan aku suka kamu hujam, aku rela mati dipelukmu jika pelukmu itu peluru.
Hahaha sok puitis, hampir tertawa sendiri aku membacanya. Aku geli seperti sedang kamu kelitiki.
Pagi ini adalah sahur terakhir pada ramadhan tahun ini. Aku menulis ini spontan saja tapi tiba-tiba ada bunyi suara handphone dan disitu tertulis “Incoming Call, Pacarku Cantik” hehe jelas itu kamu, padahal ini belum jam bangun sahur kamu. Biasanya aku yang membangunkanmu tapi entah kenapa pagi ini kamu bangun lebih awal. Persis ini seperti sebuah kebetulan lagi seperti biasanya dan kamu bilang “ini sahur terakhir dan sahur termanis”.
AKU SAYANG KAMU, HEHEHEHERLIN