Akhirnya lembar putih di blog ini tersentuh lagi, entah kapan
terakhir kali aku menulis disini. Sudah lama tidak menulis dilembar ini
bukan berarti tidak ada sesuatu yang ingin aku tulis.
Kamu perempuan yang sudah biasa menjadi objek cerita, ini kali
pertamanya kita melewati bulan ramadhan secara bersamaan dalam satu
ikatan yang bernama cinta.
Kalau aku putar cerita ini ke tahun lalu, sontak aku kesal, keki dan
semacamnya. Tapi kini, hehehe rasanya aku seperti sedang menonton orkes
komedi semesta terlucu dan paling menghibur. Sekarang hari-hari kita
penuh senyum penuh tawa walaupun kita sama-sama tahu sebenarnya kita
tertawa bukan karena sesuatu yang lucu tapi kita tertawa karena
kebodohan dan ketololan kita. Haha iya kita ini aneh.
Hampir setiap hari kita membuka dan menutup pertemuan dengan sebuah
pelukan. Iya, kamu tidak pernah bisa sedikitpun merenggangkan dekap
eratmu ketika tubuhku terengkuh didalam lingkaran kedua tanganmu.
Sementara jauh dalam diam, aku terenyuh. Sekejap otak memutar, mengingat
dulu kamu dan pelukmu masih sebuah mimpi.
Tapi ketika bibirmu mendarat lambat di tengkuk leherku, dengan cepat
aku tersadar kalau mimpi itu sudah datang, bahkan bukan hanya aku yang
memeluk, kini pelukmu yang lebih hangat dan juara dalam urusan ini.
Pelukku selalu kalah oleh pelukmu, terlebih jika rindu datang menggebu.
Sekejap aku diserbu, rindu dan pelukmu seperti hujaman peluru dan aku
suka kamu hujam, aku rela mati dipelukmu jika pelukmu itu peluru.
Hahaha sok puitis, hampir tertawa sendiri aku membacanya. Aku geli seperti sedang kamu kelitiki.
Pagi ini adalah sahur terakhir pada ramadhan tahun ini. Aku menulis
ini spontan saja tapi tiba-tiba ada bunyi suara handphone dan disitu
tertulis “Incoming Call, Pacarku Cantik” hehe jelas itu kamu, padahal
ini belum jam bangun sahur kamu. Biasanya aku yang membangunkanmu tapi
entah kenapa pagi ini kamu bangun lebih awal. Persis ini seperti sebuah
kebetulan lagi seperti biasanya dan kamu bilang “ini sahur terakhir dan
sahur termanis”.
AKU SAYANG KAMU, HEHEHEHERLIN